




Dengan mengenakan tobaleleu atau topi anyaman daun duri sejumlah perempuan mulai berkumpul menjual hasil bumi dari dusun mereka di Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Kehidupan warga dua pulau Pagai Selatan dan Pagai Utara berusaha kembali bangkit setelah gelombang tsunami melululantakan tempat tinggal mereka.
Trauma anak-anak dan kesedihan atas meninggalnya 509 warga mulai berangsur pulih melalui bantuan ratusan relawan yang datang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sekitar 11.425 warga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Mereka tetap berusaha melanjutkan hidup beratap tenda terpal dengan fasilitas minim.










